Cegah Perundungan, Gubernur Jabar Minta Guru Awasi Anak Didik –
2 min readPara guru di Jawa Barat diminta untuk mengawasi anak didiknya agar tidak menjadi korban perundungan. Caranya, guru sebaiknya bertindak sebagai orang tua di sekolah.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Kuningan, Kamis (28/7/2022).
“Guru harus bertindak sebagai orang tua di sekolah. Awasi anak-anak, lindungi sampai anak siap kembali pulang ke rumah,” kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.
Menurut Kang Emil, adanya kasus kekerasan terhadap anak khususnya di lingkungan pendidikan harus segera dihilangkan.
Untuk itu, ia mengimbau guru agar senantiasa menjaga anak didiknya, baik ketika di dalam ruangan maupun saat akan pulang sekolah, karena perundungan biasanya dilakukan saat tidak ada pengawasan.
Selain guru, Kang Emil juga berpesan kepada orang tua yang mempunyai anak di sekolah, agar ketika sampai di rumah dapat menjadi guru anak-anaknya.
“Kalau dua hal tadi di lakukan Insya Allah anak-anak merasa nyaman di sekolah dan merasa tenang betah di rumah,” tuturnya.
Kang Emil berharap dengan dua konsep tersebut, diharapkan bisa mengurangi permasalahan kekerasan dan perundungan terhadap anak.
Menurut dia, anak merupakan aset yang berharga baik bagi keluarga, bangsa maupun negara. Untuk itu semua harus bergerak agar perundungan tidak terjadi lagi.
“Mudah-mudahan dengan konsep itu bisa mengurangi permasalahan kekerasan terhadap anak, perundungan antarsesama anak dan lainnya,” kata Kang Emil. ■
]]> , Para guru di Jawa Barat diminta untuk mengawasi anak didiknya agar tidak menjadi korban perundungan. Caranya, guru sebaiknya bertindak sebagai orang tua di sekolah.
Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Kuningan, Kamis (28/7/2022).
“Guru harus bertindak sebagai orang tua di sekolah. Awasi anak-anak, lindungi sampai anak siap kembali pulang ke rumah,” kata Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil.
Menurut Kang Emil, adanya kasus kekerasan terhadap anak khususnya di lingkungan pendidikan harus segera dihilangkan.
Untuk itu, ia mengimbau guru agar senantiasa menjaga anak didiknya, baik ketika di dalam ruangan maupun saat akan pulang sekolah, karena perundungan biasanya dilakukan saat tidak ada pengawasan.
Selain guru, Kang Emil juga berpesan kepada orang tua yang mempunyai anak di sekolah, agar ketika sampai di rumah dapat menjadi guru anak-anaknya.
“Kalau dua hal tadi di lakukan Insya Allah anak-anak merasa nyaman di sekolah dan merasa tenang betah di rumah,” tuturnya.
Kang Emil berharap dengan dua konsep tersebut, diharapkan bisa mengurangi permasalahan kekerasan dan perundungan terhadap anak.
Menurut dia, anak merupakan aset yang berharga baik bagi keluarga, bangsa maupun negara. Untuk itu semua harus bergerak agar perundungan tidak terjadi lagi.
“Mudah-mudahan dengan konsep itu bisa mengurangi permasalahan kekerasan terhadap anak, perundungan antarsesama anak dan lainnya,” kata Kang Emil. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID