Genjot Sertifikasi Produk Halal Kadin Dorong UMKM Rambah Pasar Ekspor –
3 min readKamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggenjot sertifikasi produk halal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini diharapkan dapat dijadikan modal untuk merambah pasar ekspor.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Juan Permata Adoe memastikan pihaknya komit memberdayakan UMKM. Kadin menargetkan, upaya itu bisa berkontribusi pada peningkatan ekspor sehingga perdagangan Indonesia surplus. Salah satu upaya itu dilakukan melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 ke-37 yang resmi dibuka pada 19 September 2022.
“Kami punya program Kadin International Trading House dan Wikiwirausaha untuk mendorong akselerasi pengembangan sertifikasi halal pada produk UMKM agar dapat merambah pasar ekspor. Termasuk melalui ajang TEI 2022,” kata Juan dalam keterangan resmi Kadin, kemarin.
Dilanjutkan Juan, TEI 2022 sangat penting dalam industri dan perdagangan bagi Kadin, dan UMKM di Indonesia. Karena pameran perdagangan internasional ini dilaksanakan di tengah pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
“Pelaku usaha di Indonesia membutuhkan TE Iuntuk meningkatkan ekspor dan menjalin perdagangan yang lebih besar ke depannya. Untuk itu, konsistensi dalam pameran ini sangat penting dan diharapkan gelaran ini menjadi agenda dunia,” ujarnya.
Pameran ini, lanjut Juan, juga diharapkan dapat menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi.
Untuk diketahui, produk yang ditampilkan pada ajang TEI 2022 dibagi menjadi beberapa sektor antara lain, manufaktur, fesyen, aksesoris, kecantikan, kesehatan, peralatan medis, mebel, dekorasi, jasa digital serta makanan dan minuman. Dari jumlah itu 30 persennya dialokasikan untuk UMKM.
TEI 2022 dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Dia menar-getkan ajang ini mengantongi kontrak ekspor hingga 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 156,3 triliun.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, TEI 2022 mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari para eksportir. Hal itu terlihat dari 795 peserta berpartisipasi dalam ajang ini.
Selain itu, sebanyak 2.288 buyer dari 176 negara telah terdaftar mengikuti pameran.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri, perwakilan Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Negara sahabat yang telah berupaya maksimal dalam menjaring pembeli mancanegara,” tegasnya. [NOV] ]]> , Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggenjot sertifikasi produk halal Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Hal ini diharapkan dapat dijadikan modal untuk merambah pasar ekspor.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Juan Permata Adoe memastikan pihaknya komit memberdayakan UMKM. Kadin menargetkan, upaya itu bisa berkontribusi pada peningkatan ekspor sehingga perdagangan Indonesia surplus. Salah satu upaya itu dilakukan melalui ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 ke-37 yang resmi dibuka pada 19 September 2022.
“Kami punya program Kadin International Trading House dan Wikiwirausaha untuk mendorong akselerasi pengembangan sertifikasi halal pada produk UMKM agar dapat merambah pasar ekspor. Termasuk melalui ajang TEI 2022,” kata Juan dalam keterangan resmi Kadin, kemarin.
Dilanjutkan Juan, TEI 2022 sangat penting dalam industri dan perdagangan bagi Kadin, dan UMKM di Indonesia. Karena pameran perdagangan internasional ini dilaksanakan di tengah pemulihan ekonomi setelah pandemi Covid-19.
“Pelaku usaha di Indonesia membutuhkan TE Iuntuk meningkatkan ekspor dan menjalin perdagangan yang lebih besar ke depannya. Untuk itu, konsistensi dalam pameran ini sangat penting dan diharapkan gelaran ini menjadi agenda dunia,” ujarnya.
Pameran ini, lanjut Juan, juga diharapkan dapat menjadi titik balik pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca pandemi.
Untuk diketahui, produk yang ditampilkan pada ajang TEI 2022 dibagi menjadi beberapa sektor antara lain, manufaktur, fesyen, aksesoris, kecantikan, kesehatan, peralatan medis, mebel, dekorasi, jasa digital serta makanan dan minuman. Dari jumlah itu 30 persennya dialokasikan untuk UMKM.
TEI 2022 dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Dia menar-getkan ajang ini mengantongi kontrak ekspor hingga 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 156,3 triliun.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan, TEI 2022 mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari para eksportir. Hal itu terlihat dari 795 peserta berpartisipasi dalam ajang ini.
Selain itu, sebanyak 2.288 buyer dari 176 negara telah terdaftar mengikuti pameran.
“Kami menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan dukungan penuh dari Kementerian Luar Negeri, perwakilan Kadin Indonesia dan Kamar Dagang Negara sahabat yang telah berupaya maksimal dalam menjaring pembeli mancanegara,” tegasnya. [NOV]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID