Pertanian Paling Strategis Gobel: RI-Uzbekistan Sepakat Dongkrak Kerja Sama –
3 min readWakil Ketua DPR Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menegaskan, Indonesia dan Uzbekistan memiliki peluang besar untuk meningkatkan hubungan kedua negara.
“Ada lima bidang yang bisa dimasuki, yaitu perdagangan, industri, kebudayaan, pendidikan, dan pariwisata,” kata Gobel, saat menerima kunjungan Gubernur Bukhara, Botir K Zaripov, Kamis (13/10).
Acara tersebut juga dihadiri Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Ulugbek Rozukulov dan para pengusaha dari Uzbekistan.
Dua tahun lalu, Gobel mengunjungi Uzbekistan atas undangan pemerintah setempat.
Dari kunjungan itu kedua pihak membuat sejumlah kesepakatan untuk mempererat hubungan kedua negara. Salah satu yang strategis adalah perjanjian resiprokal dalam lalu lintas produk pertanian untuk kedua negara.
Bukhara, adalah salah satu provinsi di Uzbekistan. Wilayah ini merupakan tempat kelahiran Imam Bukhori, salah satu perawi hadis terpenting dalam Islam.
Bukhara terletak di sebelah wilayah Samarkand, sebuah kota tua yang menjadi tempat pemakaman Imam Bukhori.
Kuburan ini menjadi salah satu destinasi wisata ziarah bagi umat Islam Indonesia.
Selama pandemi, kawasan kuburan tersebut direnovasi secara total, dan akan diresmikan pada 2023.
Botir mengatakan, kedatangannya ini adalah atas perintah dari Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev. Dia bilang, Presiden Mirziyoyev memerintahkan para gubernurnya, untuk datang ke Indonesia.
Ini membuktikan, Indonesia memiliki posisi penting bagi Uzbekistan.
Nama Presiden Soekarno sangat terkenal di Uzbekistan, karena memiliki kaitan dengan revitalisasi kuburan Imam Bukhori.
Pada kesempatan itu, Botir menawarkan sejumlah kerja sama ekonomi. Seperti perdagangan kapas, kopi, teh, ceri, delima, melon, elektronika, pembangkit listrik tenaga surya, minyak, dan gas.
Selain itu, Uzbekistan juga menyiapkan lahan seluas 200 hektare untuk pembangunan kawasan pariwisata. Dis pun mengundang pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di sektor ini.
Menanggapi hal tersebut Gobel menyarankan penyelenggaraan seminar tentang peluang investasi di Uzbekistan untuk tahap awal, dengan mengundang para pengusaha Indonesia.
Gobel mengatakan, Indonesia memiliki beragam jenis kopi dan teh. Namun, ia menyarankan agar pengusaha Uzbekistan bisa menjadi offtaker langsung dari petani kopi melalui koperasi petani.
Dengan demikian, kedua pihak bisa mendapat keuntungan yang lebih baik.
“Selain menyejahterakan, pola ini juga bisa berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Gobel juga menyampaikan, bahwa dia akan mengadakan lawatan lagi ke Uzbekistan.
“Bagi saya, yang pertama adalah people to people dan heart to heart relationship. Karena itu, saya akan mengajak sejumlah ulama untuk berziarah ke kuburan Imam Bukhori,” katanya. ■
]]> , Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menegaskan, Indonesia dan Uzbekistan memiliki peluang besar untuk meningkatkan hubungan kedua negara.
“Ada lima bidang yang bisa dimasuki, yaitu perdagangan, industri, kebudayaan, pendidikan, dan pariwisata,” kata Gobel, saat menerima kunjungan Gubernur Bukhara, Botir K Zaripov, Kamis (13/10).
Acara tersebut juga dihadiri Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia Ulugbek Rozukulov dan para pengusaha dari Uzbekistan.
Dua tahun lalu, Gobel mengunjungi Uzbekistan atas undangan pemerintah setempat.
Dari kunjungan itu kedua pihak membuat sejumlah kesepakatan untuk mempererat hubungan kedua negara. Salah satu yang strategis adalah perjanjian resiprokal dalam lalu lintas produk pertanian untuk kedua negara.
Bukhara, adalah salah satu provinsi di Uzbekistan. Wilayah ini merupakan tempat kelahiran Imam Bukhori, salah satu perawi hadis terpenting dalam Islam.
Bukhara terletak di sebelah wilayah Samarkand, sebuah kota tua yang menjadi tempat pemakaman Imam Bukhori.
Kuburan ini menjadi salah satu destinasi wisata ziarah bagi umat Islam Indonesia.
Selama pandemi, kawasan kuburan tersebut direnovasi secara total, dan akan diresmikan pada 2023.
Botir mengatakan, kedatangannya ini adalah atas perintah dari Presiden Uzbekistan, Shavkat Mirziyoyev. Dia bilang, Presiden Mirziyoyev memerintahkan para gubernurnya, untuk datang ke Indonesia.
Ini membuktikan, Indonesia memiliki posisi penting bagi Uzbekistan.
Nama Presiden Soekarno sangat terkenal di Uzbekistan, karena memiliki kaitan dengan revitalisasi kuburan Imam Bukhori.
Pada kesempatan itu, Botir menawarkan sejumlah kerja sama ekonomi. Seperti perdagangan kapas, kopi, teh, ceri, delima, melon, elektronika, pembangkit listrik tenaga surya, minyak, dan gas.
Selain itu, Uzbekistan juga menyiapkan lahan seluas 200 hektare untuk pembangunan kawasan pariwisata. Dis pun mengundang pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di sektor ini.
Menanggapi hal tersebut Gobel menyarankan penyelenggaraan seminar tentang peluang investasi di Uzbekistan untuk tahap awal, dengan mengundang para pengusaha Indonesia.
Gobel mengatakan, Indonesia memiliki beragam jenis kopi dan teh. Namun, ia menyarankan agar pengusaha Uzbekistan bisa menjadi offtaker langsung dari petani kopi melalui koperasi petani.
Dengan demikian, kedua pihak bisa mendapat keuntungan yang lebih baik.
“Selain menyejahterakan, pola ini juga bisa berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Gobel juga menyampaikan, bahwa dia akan mengadakan lawatan lagi ke Uzbekistan.
“Bagi saya, yang pertama adalah people to people dan heart to heart relationship. Karena itu, saya akan mengajak sejumlah ulama untuk berziarah ke kuburan Imam Bukhori,” katanya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID